Est. 1943 • Belitung to Sangatta

Bukan Sekadar Kopi,
Ini Adalah Warisan.

Berawal dari kedai kecil di persimpangan Siburik, Belitung. Kini, aroma legendaris itu tercium harum di tengah hiruk pikuk Kota Sangatta. Kami membawa cerita, tradisi, dan kehangatan yang sama seperti 80 tahun lalu.

Sejarah Toko Kopi Kong Djie

Ho Kong Djie

Pendiri

Awal Mula Sang Legenda

Pada tahun 1943, Ho Kong Djie mendirikan kedai kopi pertamanya. Di tengah masa sulit, beliau meracik kopi dengan ketulusan. Tanpa mesin canggih, hanya mengandalkan insting tajam untuk menakar panasnya bara arang dan ketepatan waktu seduh.

Kenapa Disebut "Legend"?

Konsistensi adalah kuncinya. Resep campuran Kopi Robusta (untuk body yang kuat) dan Arabika (untuk aroma harum) yang kami gunakan hari ini di Sangatta, adalah resep yang sama persis dengan yang diminum kakek-nenek kita dulu.

Rahasia di Balik
Ceret Tembaga Tinggi

Banyak yang bertanya, kenapa kopi Kong Djie rasanya beda? Jawabannya ada pada prosesnya. Kami tidak sekadar menyeduh, kami "memasak" air kopi.

  • Bara Arang (Charcoal)

    Kami menolak menggunakan kompor gas. Bara arang menjaga suhu air tetap stabil di titik didih sempurna (90-96°C) terus menerus, menghasilkan ekstraksi maksimal.

  • Teknik Tarik

    Kopi "ditarik" dari ceret satu ke ceret lain. Proses oksigenasi ini membuat rasa kopi lebih lembut (smooth) dan mengeluarkan aroma terbaiknya.

Proses Seduh Kopi Arang

"The Art of Brewing"

Tanpa listrik, tanpa mesin. Murni keahlian tangan.

Logo Kong Djie

Menjadi Bagian dari Cerita Sangatta

Kami hadir di Sangatta bukan untuk bersaing dengan kopi kekinian, tapi untuk memberi pilihan. Pilihan untuk menikmati ketenangan, pilihan untuk merasakan sejarah, dan pilihan untuk kembali ke rasa yang jujur.

"Datanglah sebagai tamu, pulanglah sebagai kawan."